Katanya kebanyakan orang – orang jaman dahulu itu menikah dengan motivasi – motivasi seperti untuk memperbanyak kekayaan, menambah tenaga kerja di sebuah keluarga dan bertahan hidup tentunya. Sedangkan manusia pada jaman modern umumnya menjadikan cinta sebagai motivasi utama dalam menikah, tetapi menurut saya manusia jaman dulu atau dijaman modern tidaklah jauh beda, karena pada dasarnya dengan menikah manusia berharap bisa saling mengandalkan dalam rangka bertahan hidup.
Dalam konteks berumah tangga biasanya laki – laki akan menjadi kepala rumah tangga, menjadi pemimpin yang bertanggung jawab salah satunya untuk urusan perekonomian keluarga, dan bukan hanya itu saja, dalam keyakinan umat Islam, tanggungjawab laki – laki sebagai kepala rumah tangga itu tidak berhenti sampai didunia saja tetapi kelak aka dimintai pertanggungjawaban diakhirat, meskipun dalam keyakinan umat islam berumah tangga memiliki pahal yang besar tetap itu juga berbanding lurus dengan tanggung jawabnya yang besar pula, bukan hanya didunia saja tapi juga sampai akhirat nanti.
Mengingat besarnya tanggungjawab seorang laki – laki dalam ikatan pernikahan atau berumah tangga maka jika laki – laki diposisikan sebagai seorang kepala keluarga yang salah satu tanggung jawabnya untuk menafkahi anak dan istrinya, maka tidak ada salahnya kalau seandainya kita memperhitungkan aspek – aspek yang berkaitan dengan berumah tangga itu sendiri yaitu aspek finansial.
Berdasarkan Data dari BPS menyebutkan pada 2023 jumlah pernikahan di Indonesia sebanyak 1.577.255. Angka ini ternyata menurun sebanyak 128.000 jika dibandingkan dengan tahun 2022. Sementara jika dalam satu dekade terakhir angka pernikahan di Indonesia menurun sebanyak 28,63, banyak anak – anak muda yang beradalam usia menikah memilih untuk menunda bahkan tidak ingin menikah dengan berbagai macam alasan, ada yang memang karena terpaksa saja karena masalah ekonomi ada juga yang memang dengan sukarela memilih untuk tidak menikah.
Menurut saya menurunnya angka pernikahan di Indonesia bukanlah berita buruk, itu hal yang wajar saja mengingat banyak orang yang menganggap bahwa biaya hidup sekarang ini sudah semakin mahal, tetapi tentu klaim mahal tersebut perlu dibuktikan atau kita perlu melakukan perhitungan, sebab kebutuhan setiap orang itu pastilah berbeda – beda dan beragam, contohnya orang DKI Jakarta yang berpengahasilan 4 – 5 juta akan berbeda gaya hidup dan pengeluarannya dengan masyarakat Pangandaran yang rata – rata berpenghasilan dibawah 3 jutaan perbulan, sehingga jika muda – mudi kita beralasan tidak menikah karena ekonomi maka itu perlu kita hitung, benarkah berumah tangga atau menikah dijaman sekarang itu mahal ?
Biaya – Biaya Utama Berumah Tangga
Berdasarkan hasil perhitungan yang saya buat sendiri, setidakanya biaya pertama kali berumah tangga itu dibagi kedalam 3 bagian utama
1. Biaya Pernikahan
Biaya pernikahan sebenarnya bisa bervariatif, tergantung kesepakatan masing – masing, bisa sederhana atau mengikuti standar orang modern yang bermegah – megahan
2. Biaya Setelah Menikah
Biaya setelah menikah juga dibagi menjadi beberapa bagian diantaranya :
a. Perabotan rumah
Ada beberapa benda yang ideal perlu dibeli ketika pertama kali kita berumah tangga diantarnya seperti benda –
benda berikut :
– Kulkas
– Dispenser
– Galon Air
– Mesin Cuci
– Setrika
– Kompor
– Tabung Gas
– Perlatan Memasak
– Rice Cooker
– Piring,
– Gelas
– Sendok
– Lemari
– Kasur
b. Uang Belanja Rutin
Dalam pratiknya sebagai laki – laki yang ideal dan punya harga diri setinggi gunung himalaya tentu kita tidak ingin dipandang sebelah mata sebagai lelaki yang kurang bertanggung jawab dan tidak berpenghasilan. Dalam contoh kasus misalnya saya sebagai Programmer yang tidak memiliki penghasilan tetap, maka setidaknya saya bisa memberikan nafkah secara normal selama minimal setahun khususnya untuk belanja rutin kebutuhan rumah tangga. Uang belanja ini tentu bisa bervariasi dari mulai kebutuhan dapur seperti bumbu – bumbu, kebutuhan pokok, dan kebutuhan – kebutuhan tidak terduga lainnya
c. Biaya Kontrakan
Dalam contoh kasus keluarga kelas menangah biasanya tidak langsung bisa membeli rumah sehingga kebanyakan akan mengontrak, atau terkadang meski memiliki rumah atau properti lainnya seperti tanah, tetaplah kemungkinan terburuk perlu diperhitungkan, misalnya jika istri Anda punya kemungkinan bakal tidak akur dengan ibu mertua atau ibu Anda, maka perlu diperhitungkan atau dianggarkan untuk biaya kontrakan minimal selama setahun.
Ketiga kategori biaya setelah menikah tersebut sifatnya bisa bervariasi tergantung kebutuhan masing – masing karena itu menurut ke-idealan yang ada didalam pikiran saya, sehingga menurut saya minimalnya selama setahun kita bisa menjaga kestabilan dalam berumah tangga, jadi perlu ada budgeting awal yang sudah siap digunakan untuk menghandle poin – poin yang sudah dicatat diatas. Dan nanti diakhir kita akan hitung bersama – sama semua nilainya
3. Biaya Membesarkan Anak
Kalau dalam kondisi normal maka kemungkinan kehidupan rumah tangga pertama kita akan dihadapkan pada permasalahan yang cukup umum dihadapi semua keluarga, yaitu hamil, membesarkan anak dan biaya pendidikannya. Ada beberapa kemungkinan biaya yang perlu kita keluarkan ketika memasuki poin ketiga pada awal berumah tangga dan menurut saya ini perlu direncanakan jauh – jauh hari sebelum menikah, bahkan mungkin perlu di budgeting juga. Adapun beberapa kemungkinan biaya yang bisa muncul setelah berumah tangga khususnya yang berkaitan dengan keturunan / anak antara lain adalah sbb :
a. Biaya Melahirkan
Dalam contoh kasus ketika istri kita tidak bisa melahirkan secara normal dan tidak bisa di cover oleh BPJS maka kemungkinan kita perlu menyiapkan biaya ekstra seperti kemungkinan dilakukannya cesar dengan perkiraan kurang lebih sekitar 8 jutaan
b.Biaya membesarkan
Jika kita menginginkan anak kita tumbuh baik maka kita sebagai orangtua juga perlu memperhitungkan treatment apa yang nantinya akan diberlakukan untuk anak yang dilahirkan. Biaya membesarkan anak ini dibagi menjadi beberapa bagian seperti biaya makanan yang bergizi, biaya pendidikan dan biaya kesehatannya. Dalam kisaran usia 0 – 5 tahunan kemungkinan kita tidak perlu terlalu memikirkan biaya pendidikannya, tapi yang terpenting asupan makanan yang bergizi.
Ketika memasuki usia sekitar 6 – 7 tahun kita perlu memikirkan biaya pendidikannya ketika memasuki SD, SMP, SMA lalu kuliah. Bukan hanya soal pendidikannya saja tapi pernak – pernik lainnya yang menunjang tumbuh kembang anak yang menyangkut dengan pendidikannya itu sendiri.
Secara keseluruhan biaya membesarkan anak ini meliputi pakaian, makanan dan tentu saja pendidikan. Karena hanya jika tumbuh besar saja tanpa pendidikan tentu kurang cukup, begitupun jika hanya pendidikan saja tanpa makanan yang bergizi juga kurang baik untuk pertumbuhan anak, oleh karena itu semua aspek.
Biaya – biaya yang saya paparkan diatas merupakan biaya utama dalam berumah tangga, dalam praktiknya banyak kebutuhan – kebutuhan sekunder yang kemungkinan pasti muncul dalam kehidupan berumah tangga.
RAB (Rencana Anggaran Berumah Tangga)
RAB ini bagi saya bukanlah sekedar rencana melainkan merupakan nilai – nilai yang nantinya sudah siap direalisasikan. Karena menurut perhitungan saya, biaya pertama kali berumah tangga itu yang sebenarnya mahal, sehingga perlu dipersiapkan dan diperhitungkan. Saya berpikir bahwa biaya – biaya yang biaya – biaya utama berumah tangga ketika tahun pertama idealnya sudah kita pegang dan berada dalam kondisi siap untuk digunakan, direalisasikan sehingga tahun pertama berumah tangga kita tidak akan terlalu dipusingkan dengan urusan finansial.
Tapi tentu saja ‘ke-idealan’ ini bisa bersifat relatif sebab tentu sebuah relasi dibangun oleh kedua belah pihak, jika kedua belah pihak menerima bahkan mau mengakomodir segala kebutuhan biaya yang muncul secara bersama – sama, maka bisa saja kita tidak perlu memikirkan ataupun mengikuti standar ‘ideal’ seperti apa yang telah saya tuliskan, tapi ketika seandainya kita beada dalam kondisi terburuk dimana ternyata kita mendapatkan pasangan dengan tipikal yang tidak mau, dan ingin semua itu diakomodir oleh kepala keluarga, maka tentu kita perlu berhitung lebih cermat supaya kemungkinan tersebut bisa kita atasi dengan baik dan bijak.
Berikut ini adalah Rencana Anggaran Biaya Berumah Tangga berdasarkan beberapa item yaitu biaya menikah, biaya setelah menikah dan biaya membesarkan Anak :
1. Biaya Menikah
Jika seandainya pernikahan yang akan kita senggerakan mengikuti standar umum orang – orang pada umumnya, maka kemungkinan kita perlu mengeluarkan biaya dengan anggaran sebagai berikut :
| Kategori | Biaya (IDR) |
|---|---|
| Gedung Pernikahan | 10,000,000 |
| Katering | 20,000,000 |
| Busana Pengantin | 5,000,000 |
| Fotografer dan Videografer | 15,000,000 |
| Hiburan/Musik | 3,000,000 |
| Undangan | 2,000,000 |
| Dekorasi | 8,000,000 |
| Penginapan (jika diperlukan) | 3,000,000 |
| Transportasi | 2,000,000 |
| Lain-lain (cadangan) | 5,000,000 |
| Total | 73,000,000 |
2. Biaya Setelah Menikah
Biaya setelah menikah bisa bervariasi tergantung kebutuhan, tapi disini saya mencoba merangkum hal – hal mendasar saja
a. Perabotan Rumah
| No | Nama Barang | Harga (Rp) |
|---|---|---|
| 1. | POLYTRON Kulkas 1 Pintu Beauty metal door 150 liter PRB 159 | 1.645.000 |
| 2. | Midea Dispenser Galon Atas YD1518S | 699.000 |
| 3. | Galon AQUA Air Mineral Galon 19L | 75.000 |
| 4. | Mesin Cuci 7 Kg Aqua AQW-77D-H | 1.799.000 |
| 5. | Philips Setrika Kering Diva GC122/37 | 189.000 |
| 6. | Rinnai Kompor 2 Tungku RI522 C | 445.100 |
| 7. | Tabung Gas | 160.000 |
| 8. | Peralatan Memasak | 799.000 |
| 9. | SANKEN Rice Cooker Stainless 1 Liter – SJ-130SP | 439.000 |
| 10. | Piring satu lusin | 135.000 |
| 11. | Gelas | 14.900 |
| 12. | Sendok + Garpu | 32.500 |
| 13. | ROCKSTAR Lemari Pakaian 3 Pintu Tarik Laci Cornel | 1.550.000 |
| 14. | Kasur Pocket Original Plushtop 27cm Uniland Sleep – 90×200 | 1.590.000 |
| TOTAL | 7.983.000 | |
b. Uang Belanja Kebutuhan Pokok dll.
| Kategori | Biaya Per Hari (IDR) | Biaya Per Tahun (IDR) |
|---|---|---|
| Makanan | 50,000 | 18,250,000 |
| Transportasi | 30,000 | 10,950,000 |
| Rumah Tangga (Pembersih, Sabun, dll) | 20,000 | 7,300,000 |
| Pakaian | 20,000 | 7,300,000 |
| Kesehatan (Obat, Dokter, dll) | 15,000 | 5,475,000 |
| Komunikasi (Pulsa, Internet, dll) | 10,000 | 3,650,000 |
| Rekreasi/Hiburan | 10,000 | 3,650,000 |
| Total | – | 56,575,000 |
3. Biaya Membesarkan Anak
Saya disini hanya akan melakukan perhitungan biaya membesarkan anak dari 0 – 2 tahun saja dimana biaya yang dihitung adalah biaya – biaya pokok seperti makanan dan perlengkapan bayi.
| Kategori | Biaya (IDR) |
|---|---|
| Biaya Persalinan (Rumah Sakit/RS, Dokter, dll) | 10,000,000 |
| Biaya Perawatan Pasca Melahirkan | 5,000,000 |
| Peralatan Bayi (Kolam Mandi, Tempat Tidur, dll) | 3,000,000 |
| Total Biaya Melahirkan | 18,000,000 |
Biaya Membesarkan Anak (0 – 2 tahun)
| Kategori | Biaya Per Bulan (IDR) | Biaya Per Tahun (IDR) |
|---|---|---|
| Makanan dan Susu Formula | 1,500,000 | 18,000,000 |
| Pampers dan Perlengkapan Mandi | 500,000 | 6,000,000 |
| Pemeriksaan Kesehatan dan Vaksinasi | 250,000 | 3,000,000 |
| Pakaian dan Perlengkapan Bayi | 500,000 | 6,000,000 |
| Mainan dan Buku | 250,000 | 3,000,000 |
| Lain-lain (cadangan) | 500,000 | 6,000,000 |
| Total Biaya Membesarkan Anak (0 – 2 tahun) | – | 42,000,000 |
Dan tentu ini masih dalam tahap perhitungan biaya awal berumah tangga, jika misal Anda menambah anak lagi, atau jika misal kita ingin menambah istri lagi, maka kita hanya perlu mengkalkulasikannya dari awal dan mengkalikannya.
KESIMPULAN
Kita tahu bahwa kita adalah mahluk yang bertuhan, tapi tentu kita tidak tahu takdir apa yang direncanakan oleh Tuhan untuk rumah tangga kita, sehingga tidak ada salahnya untuk melakukan perhitungan dan memperkirakan segala kemungkinan yang bisa dan akan terjadi pada kehidupan pertama rumah tangga yang kita jajaki. Kita semua tentu tahu bahwa diluar sana banyak keluarga yang tidak memikirkan soal standar hidup dan anak – anak mereka tumbuh besar dan sehat meskipun hidup dalam kondisi banyak kekurangan, tapi tentu kita disini tidaklah sedang bicara soal hal diluar standar itu, kita bicara soal standar yang mengacu pada pemikirsan saya secara pribadi. Sehingga dapat disimpulkan beberapa poin mengenai mengenai hal – hal yang sudah dipaparkan diatas diantaranya :
- Mengingat biaya membangun sebuah keluarga itu tidaklah murah, maka ketika menghadapi permasalahan yang menyangkut kedua belah pihak (suami – istri) hendaknya berpikir untuk tidak mengambil jalan ‘bercerai’ sebagai jalan keluar
- Didalam keluarga, anak memiliki hak pendidikan dan hak – hak lainnya yang idealnya bisa dipenuhi dengan baik oleh orangtuanya tanpa harus menuntut timbal balik dikemudian hari, sebab tentu idealnya semua itu dilakukan atas dasar kasih sayang yang ikhlas tanpa mengharap balasan
- Penting dan tidaknya menikah dijaman modern itu tergantung pada pribadi masing – masing , sebab menikah itu hanyalah sebuah pilihan, dan setiap pilihan memiliki konsekuensi masing – masing
- Dengan mengetahui bahwa biaya berumah tangga itu tidaklah murah, maka kita sebagai generasi muda yang memiih untuk menempuh kehidupan dengan jalan berumah tangga tentu perlu mempersiapkan diri dengan kemampuan finansial yang memadai
kendati kita sudah mempersiapkan diri dengan kematangan finansial untuk memenuhi biaya – biaya yang muncul didalam berumah tangga tentu tidak menjamin keberhasilan berumah tangga itu sendiri karena kenyataanya aspek keberhasilan berumah tangga tidaklah hanya meliputi kemampuan finansial, melainkan kemampuan – kempuan lainnya yang berhubungan dengan aspek sikologis.
Tentu kita tahu sendiri bahwa banyak diantara kita yang secara finansial mampu tetapi ternyata tidak berhasil menjaga keutuhan didalam berumah tangga, tetapi kita juga tentu tidak bisa menafikan bahwa berdasarkan statistik banyak diantara kita yang memilih mengakhiri kehidupan berumah tangga karena alasana ekonomi, dengan kata lain kematangan finansial perlu dibarengi dengan kematangan emosional dari kedua belah pihak sehingga bisa berkompromi dengan baik dalam menyelesaikan hiruk – pikuk kehidupan berumah tangga.


Leave a comment